Eddybudianto’s Weblog


Negeri yang dilanda prahara….
Juni 16, 2011, 8:12 am
Filed under: Tak terkategori

Ketika masyarakat Indonesia sedang mengarahkan perhatiannya pada berbagai kejadian penting negeri ini, ketika itu pula telah dibuka salah satu tabir kerusakan moral bangsa ini. Contekan masal ?? atau kerjasama atau gotong royong memperjuangkan nama baik sekolah ?!! entah masuk kategori mana ? namun dipicu oleh tindakan spontan warga masyarakat yang dirugikan oleh orang tua siswa yang tidak terima putranya dijadikan sentral kerjasama itu. dari sisi pembangunan mental spiritual dilingkungan pendidikan formal telah terungkap sedemikian rupa kondisi internal sekolah-sekolah di Indonesia. mungkin hal ini suatu pembuktian dari pernyataan para tokoh agama beberapa waktu lalu, yang melakukan koreksi keras dan tegas atas perkembangan bangsa dan negara Indonesia akhir-akhir ini. Tidak adanya kesesuaian antara kata dan perbuatan. antara janji dan realisasi. antara retorika di kampanye pemilu dengan kiprah dimedan laga untuk mewujudkan kenyataan dari retorika dahulu. Ironis memang negeri ini, ketika gonjang ganjing politikus kawakan tersandung hukum dengan indikasi korupsi, masih sempat menari diatas penderitaan rakyatnya, dan berkata dengan lantang bahwa semua ini sudah ada skenario yang  dibuat untuk meramaikan panggung sandiwara kenegaraan. miris rasanya ketika sebagian tokoh politik dari partai berkuasa dengan lantangnya menyatakan bahwa rekannya yang tersandung perkara hukum itu ….. bla-bla-blaaa…. seakan negara ini miliknya, milik mereka. Lalu dengan liciknya mereka memainkan suatu pertunjukkan politik yang tidak lucu. karena partai mereka ternyata menampung orang-orang yang berlumuran dosa korupsi untuk berlindung. kita yakin seyakinnya bahwa setelah episode ini akan muncul episode lain yang lebih dasyat dan mengemparkan Indonesia. Gonjang-ganjing ini akan ditambah dengan pemanasan dari partai politik tertentu yang sedang menyiapkan calonnya untuk maju bertarung merebut kekuasaan negara. Isue baru akan dilontarkan dan semakin membuat rakyat bingung.  kalau rakyat sdh bingung, maka lebih mudah membeli suara mereka untuk mendukung calonnya. masalah keamanan negara sekarang sedang mengintai, yaitu diadu dombanya komponen negara ini dari dalam tubuhnya. waspadalah ketika muncul isue yang menjadi potensi konflik internal ( lihat kasus hancurnya industri dirdantara /PT DI). saat ini sudah sangat nyata ketika LSM boneka-boneka/antek-antek negara musuh/lawan bergerak dikancah POLEKSOSBUD. Bahkan di ranah IDPOLKAM juga sudah demikian nampak jelas, dimana moral generasi muda kita dengan pesatnya telah dirusak melalui pengkaburan pengetahuan sejarah bangsa dan nilai-nilai luhur Pancasila. Orang sudah mulai lupa akan nilai-nilai moral bangsa yang berlandaskan pancasila, tidak peduli lagi dengan gangguan dari negara lain terhadap kedaulatan bangsa dan negara Indonesia. Bahkan tidak bergeming sedikitpun ketika negara Australia mengganggu kita sebagai bangsa dengan melecehkan kepala negara, atau pelarangan pengiriman daging sapi. Pelecehan bangsa lain seperti malaysia yang berlakukan warga negara Indonesia tak sepantasnya. atau Singapura yang menekan kita dengan kegiatan ekspor import-nya. sekali lagi kita hanya diam !!!! tak melakukan reaksi apapun. sungguh naif  sekali ….. prahara sedang melanda hebat…. tapi kita masih berjuang membangun pencitraan diri, seolah-olah personal yang bersih, tak punya cacad apapun. prahara di negara ini sedang berkecamuk hebat. penjajahan gaya baru dari negara lain sedang didorong masuk melanda di berbagai  sendi kehidupan bangsa Indonesia. Haruskah kita tetap diam membisu membiarkan negeri ini merana kembali seperti sedia kala ??? membiarkan kancah peperangan itu berkobar hebat dihadapan kita dan sebentar lagi akan melumat kita tanpa bisa berbuat sesuatu pun ????  memang sudah banyak warga kita yang melacurkan idealisme, martabat, kedaulatan, dlsb….. hanya untuk meraih materiil yang tak seberapa besarnya, namun bangsanya hancur!!!! memang tak sedikit warga negara kita yang melacurkan dirinya dengan dalih memperjuangkan HAM, sehingga dia lupa bahwa nenek-moyangnya dulu dengan keringat airmata dan darah-nya memperjuangkan semua ini untuk nya. Telah hilangkah rasa cinta tanah air itu pada diri kita masing-masing ??? sehingga tanah air ini bukan lagi tumpah darahmu, tapi hanya sekedar tempat berpijak mempertahankan hidup. meskipun dengan berbagai cara apapun. Lihatlah gejala yang mulai muncul kepermukaan pemahaman tentang perjuangan SAMA RATA SAMA RASA…….. hati-hati dengan itu. baik diselubungi dengan gerakan agama maupun non agama. HATI-HATI ….. prahara itu sedang mereka ciptakan untuk anak cucu anda….. bukan untuk anda!!!!!



PEDOMAN PEMBINAAN SISWA AMPUH, TANGGUH, BERWIBAWA
Maret 29, 2011, 2:10 am
Filed under: Tak terkategori

Setiap pendidik dalam arti luas pasti menginginkan anak didiknya berhasil. baik berhasil dalam menjalankan proses pembentukkan diri, pematangan diri dan kemandirian hidup untuk mencapai cita-cita abadi yaitu kebahagiaan dunia akhirat, namun apakah kita sudah mempunyai suatu pola pembinaan yang dimaksud itu sebagai pegangan dalam melangkahkan kaki untuk melakukan pembinaan itu.
Sebagaimana kita ketahui bahwa perkembangan penduduk yang semakin pesat dan didorong pula oleh keberhasilan program Keluarga berencana, pembinaan kesehatan dan Lansia, maka popolasi manusia semakin bertambah signifikan. Hal ini mendorong pula tingkat persaingan antar manusia dalam mempertahakan dan meningkatkan kualitas hidupnya semakin ketat.
Oleh sebab itu sangat perlu untuk memberikan pembekalan hidup kepada generasi berikutnya, sehingga mereka dapat survival atas kemampuan dirinya sendiri.
Apakah yang harus kita perbuat untuk memberikan pembekalan bagi generasi penerus ini ?
pertanyaan yang mudah, namun untuk menjawabnya mungkin diantara kita beragam solusinya. baik itu datangnya dari pengalaman pribadi dalam menjalankan kehidupannya dimasa lalu, kemudian diestafetkan begitu saja kepada generasi penerusnya seadanya. atau dari berbagai macam teori dan praktek kehidupan yang dikombinasikan dan menjadikan pola tertentu untuk tanpa disadarinya telah melakukan indoktrinasi, sehingga tercipta generasi yang terpola sedemikian rupa menjadi generasi penurut tanpa inisiatif. Atau seutuhkan menerapkan temuan para peneliti tentang pembentukkan kepribadian pada anak kita.
Pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan sebagian pengetahuan tentang pembentukkan siswa menjadi Ampuh, Tangguh dan Berwibawa.
Formula yang saya tawarkan sebagai bahan urun rembuk atau sumbang saran saya beri rumus TKK DJIITTU LO.
Apakah isi dari rumus tersebut ???
Apakah tam,an kanak-kanak yang jitu/bagus ?? atau taman kanak-kanak yang ampuh ??? atau apa ??
T = Taqwa. setiap insan manusia haruslah yakin bahwa hidup dan mastinya sudah ditentukan oleh Tuhan Yang Masa Esa. Ada yang mengaturnya, bukan dirinya, bukan orangtuanya bukan saudaranya atau lingkungan masyarakatnya. Dialah Tuhan Yang Maha Esa, dimana kita berasal dari-NYA dan akan kembali pada-NYA. Oleh sebab itu syarat mutlak pertama yang harus diberikan pandangan ini kepada siswa adalah kita harus ber-Taqwa Kepada Tuhan Yang Mahas Esa. apapun agamanya. seperti negara kita Indonesia dalam Pancasila tercantum yang pertama paham ini, yaitu : Ketuhanan Yang Masa Esa.
K = Kerja keras. KIta harus melakukan tindakan segera, yaitu berusaha sekuat tenaga untuk membuktikan keTaqwaan tadi. bekerja keras tanpa pengecualian. Berjuang seoptimal mungkin, tanpa leha-leha….
K = Kerjasama. Selalu menjalin kebersamaan dengan membangun semangat jaringan dalam memperjuangan cita-cita pribadi maupun bersama.
D = Disiplin, tanggungjawab dan menghargai waktu. dia tidak melakukan tindakan yang sia-sia, waktu yang tersedia untuknya harus memberikan manfaat seluas-luasnya untuk dirinya. ketiak dirinya sudah merencanakan sesuatu untuk hidupnya yang akan datang, maka dia berusaha sekuat tenaga untuk menepatinya, meskipun terasa berat awalnya. setiap ketentuan yang berlaku disekitar hidupnya berusaha dipatuhi dengan penuh rasa tanggungjawab dan tepat waktu sesuai dengan yang seharusnya dilakukan.
J = Jujur. Selalu berusaha apa adanya, tidak melakukan manipulasi apapun terhadap apa yang seharusnya, telah dan sedang terjadi, disikapi apa adanya sebagaimana adanya dan demikainlah adanya. Artinya berlaku tidak berbohong baik itu terhadap dirinya sendiri, keluarga, lingkungan masyarakatnya, bahkan yang paling utama adalah kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, karena Dia Maha melihat, Maha mendengar, Maha mengetahui apapun yang telah, sedang dan akan terjadi, dan Maha Pengasih Penyayang.
I = Inisiatif. berusaha melakukan sesuatu lebih dulu dari orang lain. apabila menghadapi situasi dan kondisi dalam hidupnya selalu bertindak lebih dulu dari orang lain untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi, tanpa menunggu dan harus diminta dulu oleh orang lain.
I = Inovatif. bertindak melakukan terobosan baru dalam menyelesaikan dan mendapatkan solusi terbaik ketika menghadapi permasalahan baik sendiri maupun bersama yang lain.
T = Tekun. selalu istiqomah, dan tetap menjalankan tugasnya sebaik mungkin meskipun mendapatkan tantangan dan hambatan yang luar biasa sekalipun. sehingga tugas yang dijalankan itu dapat diselesaikan dengan sebaik-baiknya.
T = Tawakal. meneruskan dengan Tekun diatas, yang terpenting setelah melaksanakan sesuatu itu dengan istiqomah, maka dia haruslah berserah diri kepada Sang Maha Pengasih dan Penyayang, Tuhan Yang Maha Kuasa. karena tanpa seizin-NYA, mustahil akan terjadi. Oleh sebab itu setekun melakukan sesuatu sampai tuntas, maka berikutnya kita harus Tawakal kepada Sang Maha Pengasih maupun Penyayang.
U = Ulet. sesuatu yang dijalaninya itu dalakukan dengan keteguhan hati, meskipun hambatan dan tantangan yang menerpanya, dia tetap pada upayanya tanpa mengeluh.
L = Loyal. apapun yang terjadi dia harus mempunyai kepatuhan diri yang digambarkan dalam tindakan pengabdian yang tiada mendua. baik layal terhadap rencana/tujuan dirinya, terhadap kelompok masyarakat dimana dia bergabung dalam rangka memperjuangkan kebaikan, dan yang paling utama kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.
O = Optimistis dan percaya diri. Sikap diri yang positif selalu ditanamkan pada dirinya sehingga dalam menghadapi sesuatu tidak gentar, selalu percaya diri dan optimis akan meraih kemenangan dalam perjuangannya.
Demikian formula yang dapat dijadikan pedoman dalam membina siswa menjadi manusia yang ampuh tangguh dan berwibawa.
Mengapa menjadi Ampuh dan tangguh ? karena siswa telah mempunyai bekal disiplin, ulet, kerja keras, kerjasama, inisiatif dan kreatif, dll.
Mengapa siswa disebut Berwibawa ?? karena dia sudah berbekal kejujuran, Optimisme, tanggungjawab, dll sehingga dia akan menjadi orang yang mempunyai prinsip yang kuat sehingga akan disegani dan menjadi wibawa dilingkungannya.
Apakah anda sependapat dengan tulisan ini ?? dan tentunya bersedia memberikan tambahan penjelasnnya menurut pendapat anda ??
Atau anda masih tidak sependapat dengan saya ?? silahkan memberikan masukan agar tulisan ini dapat bermanfaat bagi mereka yang membutuhkan…..
Terimakasih anda sudah bersedia membaca dan bergabung dalam pemikiran ini, semoga bermanfaat bagi orang lain.



RAHASIA PERJALANAN HIDUP
Februari 22, 2011, 4:41 am
Filed under: Tak terkategori

Ketika kita ditanya tentang hidup, maka berbagai jawaban dari masing-masing orang tidak akan sama. demikian juga ketika kita ditanya sudah sampai dimana perjalanan hidup kita yang telah ditempuh ?? tapi yang terpenting mau kemana kita menuju ??? apakah hanya sekedar putar-putar, atau berjalan mengikuti aliran sungai, atau menerjang hutan-gunung peristiwa kehidupan, menuruni jurang, mendaki puncak gunung kehidupan dan terkadang menyebrangi sungai, rawa, padang rumput, savana, dan melintasi waktu pagi, siang, petang, malam terus berputar. kemana kita pergi, hendak meraih apa, sudah dapatkah apa yang selama ini ditengah perjalanan ???…….. padang kehidupan terbentang luas….. namun bukan untuk kita jelajahi begitu saja, tanpa tujuan, tanpa makna. gelombang cobaan yg datang tak pernah henti, dapat membuat kita semakin tegar, perkasa, dan ampuh tanggung….. atau sebaliknya ? rapuh, renta, tak berdaya, menyerah total, dan hanyut mengikuti arus kehidupan dunia yg tak diketahui bermuara dimana ??? siapa yg bisa kita mohon untuk memberikan jawaban dari pertanyaan itu ?? tentunya bukan kita sendiri !! karena kita sedang bertanya…. kepada siapa lagi ??? belum tentu semua mahluk didunia ini bisa menjawabnya. Kepada sesama manusia ??? merekapun sama sedang bertanya, kepada siapa ???? tentunya kepada Yang memiliki semua ini….. siapa Dia ??? Dia yg memiliki kehidupan, sedangkan kita hanya menerima titipan itu….. ketika milik-NYA itu hendak diambil, maka tidak ada siapapun yang bisa menghalangi-NYA. mintalah yang terbaik untuk kita…. pasti diberi, namun apakah kita bisa amanah dgn apa yang telah diberikan ???? Perjalanan hidup yang tak pernah berhenti, panjang tak berujung, berjalan waktu tak pernah henti….. semoga kita dapat meraih puncak segalanya…. yaitu kebahagiaan dunia dan akhirat.



UJIAN, AZAB ATAU MUSIBAH ?
November 22, 2010, 1:37 am
Filed under: Tak terkategori

Ketika kita mengalami kejadian yang disebabkan perubahan alam atau bencana untuk manusia, ketika itu kita akan berpikir apakah ini ujian dari Tuhan atau musibah ? namun kita sendiri lupa ketika berbuat sesuatu terhadap interaksi kita sebagai mahluk Tuhan selaku manusia terhadap mahluk Tuhan lainnya yaitu Flora maupun Fauna. Oleh sebab itu untuk menjawab pertanyaan diatas, mungkin kita harus mengkaji dulu hal-hal yang pernah dilakukan manusia sekian tahun sebelumnya. Ketika kebijakan HPH semarak, ketika kebijakan pertambangan yg menguntungkan pihak lain begitu hiruk-pikuk dan ketika kita terbuai dengan lengahnya atau tegasnya menurunnya kekuatan moral, mental dan etika sebagai bangsa Indonesia semakin menurun, akibat dari mengejar materiil dan melupakan akhlak, mengejar kehidupan duniawi yang menghalalkan segala cara untuk meraihnya. sungguh sangat ironis. Bangsa ini hendak diarahkan kemana ?? tidak lagi mempunyai martabat sebagai bangsa atau bagaimana ?? karena begitu mudahnya orang menjadi budak/antek-antek asing untuk membuat carut-marut negaranya sendiri. Siapakah yang harus segera bertindak untuk mencegah semua ini ??? siapakah ?!! yang masih peduli dengan upaya pencegahan, sebelum Tuhan menurunkan azab-NYA yang lebih dasyat daripada sebelumnya ? lalu harusnya kita bagaimana mensikapi semua ini ?? bagaimana kita harus bertindak untuk menghadapi arus yang demikian derasnya menerjang apa saja termasuk ideologi Pancasila. mampukah kita sebagai bangsa menghadang stunami akhlak/moral bangsa yang demikian dasyatnya ?? apakah kita masih dapat sebut berbagai kejadian ini disebut Ujian ??? harusnya kita menyadari bahwa ini sudah sampai pada tingkat Azab atau neraka kecil didunia. sebagai mahluk Tuhan kita harus kembali pada Pemiliknya, Tuhan Yang Maha Esa. Memohon ampunanNYA tanpa reserve. Mari kita bersama menghadap kepadanya dan menghiba-hiba agar kita dapat dimaafkan-NYA sebelum kiamat besar datang dan pintu tobat sudah tidak dapat dibuka.



DIRGANTARA INDONESIA MENJELANG SENJA
Juli 15, 2010, 7:47 am
Filed under: Tak terkategori

Agustus nanti, bulan yang yang bersejarah, bukan saja bagi bangsa Indonesia, namun bagi dunia kedirgantaraan Indonesia. karena pada bulan itu juga hampir jelang dua puluh tahun yang lalu, terjadi peristiwa kebangkitan bangsa episode kedua. bangsa Indonesia telah membuktikan pada dunia bahwa Indonesia adalah negara yang mampu menunjukkan kedigdayaannya. ketika pesawat buatan bangsa Indonesia mengudara diatas bumi nusantara, ketika itu juga kita telah mempunyai kebanggaan yang tidak dapat dinilai dengan dana berapapun. pesawat itu kini hanya menjadi bukti sejarah bangsa. dia disimpan didalam hanggar diam membisu. tak ada lagi suara dering mesin rivet berbunyi, atau running engine pesawat. hanggar itu kini benar-benar hanya menjadi saksi bisu, sepi, dan tak bercahaya. ternyata kita hanya bisa membuat, tapi belum bisa menjual. karena belum bisa menjual, maka produksi tak lagi lancar bergerak, akhirnya hidup segan, matipun tak hendak. Ada apa gerangan bangsa Indonesia saat ini ??? perang ideologi antar bangsanya yang tak kasat mata sedang berjalan hebat. ketika orang-orang masih asik masyuk dengan meraup kekayaan materi yang tak halal sekalipun, ketika pemerintah berusaha menghentikan ketamakan itu, ketika bangsa lain dengan asiknya merambah masuk dan mengambil sepuasnya harta karun bangsa kita tanpa daya kita mencegahnya. ketika itu pula orang tak peduli lagi tangisan pilu rakyat yang sedang lapar, bayi dan anak-anak mengerang menahan lapar, disisi lain orang-orang dengan santainya menikmati sinar pagi matahari sambil meneguk kopi di hotel-hotel mewah, ditepi pantai, dipuncak gunung yang dingin sejuk. Tak nampak lagi pahlawan bangsa masa kini yang berjuang menghadapi kemiskinan terstruktur, kelaparan yang tak terkendali, kebodohan yang sistemik. kemana pahlawan bangsa saat ini berada ?? yang dulu memanggul senjata mengusir penjajah, kini diusir pemerintah dari rumah-rumah tempat tinggalnya. yang dulu berjuang tanpa lelah dan berdarah-darah, kini pasrah dan bergelut resah. Dirgantara Indonesia sebagai wahana berjuangnya putra-putri terbaik bangsa di bidang teknologi kini hampir menjadi museum. meninggalkan jejak-jejak yang hampir punah ditelan masa. simbol kebangkitan bangsa kedua itu sedang sekarat. dia tak bisa lagi berdiri sendiri, dia harus dibantu, ditopang berdirinya, didorong agar dapat berjalan kembali, dan suatu masa dapat berlari kencang mengejar ketinggalan bangsa dari era teknologi. marilah kita mulai kembali merapatkan barisan agar bangkit kembali, ketika senja sebentar lagi datang diatas hanggar-hanggar Dirgantara Indonesia. songsong hari depan bangsa Indonesia dengan membangunkan kembali industri kedirgantaraan Indonesia. Kita harus meraih kemandirian bangsa agar disegani bangsa lain didunia. Dirgantara Indonesia memerlukan bantuan seluruh komponen bangsa. dukungan pemerintah terutama Presiden RI, lembaga legislatif dan lembaga lainnya. Indonesia sangat membutuhkan armada alat transportasi udara, karena negara kita adalah negara kepulauan. jika kita dapat membuat pesawat terbang, maka pengehmatan devisa negara akan signifikan, dan pembangunan bangsa ini tak perlu lagi ber-hutang ke negara lain. Meskipun saat ini masih ada yang berjuang meneruskan roda produksi agar tetap berputar, namun semakin berat, karena semua sudah uzur, mesin-mesinnya, bangunannya, materialnya, bahkan rata-rata usia karyawannya sudah berada diatas empat atau lima puluh tahun, sedangkan generasi berikutnya terlambat datang karena krisis sepuluh tahun yang lalu. dokumen produksi sudah banyak yang daluarsa, skill karyawan tak lagi termaintain dengan baik. semua berakhir pada modal. karena ini industri padat modal. Pemerintah nampaknya senin-kamis dan pesimis akan meneruskan program ini. Pemerintah nampaknya sedang asik mengurusi suksesi pada pemilu yang akan datang. lalu bangsa ini akan dijadikan apa ??? menuju adil dan makmur itu masih jauh rupanya. Industri dirgantara yang kita banggakan ini sedang menanti diujung senja, semoga bangun pagi esok akan kembali cerah. dirgahayu Dirgantara Indonesia. kami pernah bangga denganmu, dan kami tetap menanti kebangkitanmu yang kedua…. nanti, entak kapan.



QOTAK YANG BERPERAN MEMANUSIAKAN MANUSIA
Juni 11, 2010, 7:19 am
Filed under: Tak terkategori

QOTAK adalah singkatan dari Qolbu, Otot dan Otak, yang bersinergi menghasilkan manusia bermoral, sehat dan cerdas. jika QOTAK merupakan satu kesatuan yang diberikan peran sebenarnya atau sesuai fungsinya, maka komponen dari bagian tubuh manusia ini akan menjadi sentral aktifitas membentuk pribadi manusia yang bermoral tinggi berbadan sehat dan cerdik pandai, atau dia akan menjadi manusia yang sesungguhnya. Bayangkan jika manusia yang qolbu-nya marid/sakit, maka kedengkianlah yang selalu mewarnai diri manusia tersebut. setiap langkah hidupnya penuh dengan kedengkian, kemunafikan, kemarahan, kekotoran moral lainnya. hal ini akan mempengaruhi otot-ototnya yang akan terasa sakit, malas, lemas tak bergairah. lebih lengkap lagi jika otaknya juga menjadi kurang waras, bodoh, cupit, sempit dan keras membatu, maka lengkaplah penderitaan manusia seperti ini. coba kita amati gejala ini dilingkungan sekitar kita. ketika ada orang yang mau mendapatkan segala kenikmatan dunia sesaat tanpa bekerja keras, tanpa berpikir cerdas, dan tanpa keiklasan menjalani hidup ini. Apalagi orang yang berprilaku seperti ini sudah berada diberbagai lapisan masyarakat, baik dikelompok kerah putih maupun blue color. mereka banyak terdapat di kalangan legislatif yang mengusulkan untuk merampok uang negara melalui dana aspirasi, atau artis yang tak bermoral memamerkan aurat, atau pejabat eksekutif yang tak peduli dengan tugas dan tanggungjawabnya sehingga berbuat korup yang penting diri dan keluarganya kaya, atau mereka yang berada di lingkungan yudikatif yang memainkan rasa keadilan masyarakat dengan kerjasama dengan makelar. yang lebih lagi jika orang-orang dilingkungan pengusaha yang berbuat curang karena qolbu-nya sakit/rakus, ototnya berbuat buruk merampas hak orang lain, dan otaknya digunakan untuk menipu pelanggan. Habislah tempat bagi orang-orang yang ingin QOTAK-nya benar-benar tidak terkontaminasi. Meskipun saat ini juga sangat gencar orang menggelar kegiatan pengajian untuk menjaga agar Qolbu tidak marid/sakit, otot tetap sehat dengan disediakannya car free day, sekolah atau lembaga kursuspun marak, tapi sayang semua itu hanya fatamorgana, banyak orang yang menginginkan kehidupannya ini menjadi instan, banyak pihak yang menginginkan agar apa yang sudah berjalan ini biarlah mengalir seperti air, tapi dia lupa jika suatu saat datang air bah, banjir bandang kehidupan, ketika itu alam dan seisinya murka karena tak tahan lagi dizolimi orang mahluk yang bernama manusia bejat. menghalalkan segala macam cara untuk mencapai tujuannya. merampok uang negara melalui gedung DPR, gedung peradilan, kantor-kantor pemerintahan, pasar dan mall-mall, pusat-pusat bisnis, bahkan rumah sakit dan sekolah-sekolah. nauzubillah summa nauzubillah. siapa yang bersedia memelihara QOTAK-nya ?? pada lingkungan diri sendiri, kemudian siapa yang mau memeliharaan QOTAK di lingkungan tempat tinggalnya, siapa pula yang bersedia menjaga QOTAK untuk daerahnya bahkan sampai pada tingkat bagimu negeri Indonesia tercinta ini ??? Ironis memang, ketika orang berlomba mencari kekayaan pribadinya tapi disisi lain orang berjuang untuk membantu saudaranya yang sedang mengalami penindasan nun jauh disana…….



BANTU PALESTINA DENGAN DOA
Juni 8, 2010, 2:46 am
Filed under: Tak terkategori

Peristiwa yang telah membuka perhatian dunia sudah dan sedang terjadi, namun setelah begitu banyak tindakan negara Yahudi yang melanggar etika dunia international tak mendapat sangsi yang berarti, kini harus kita buktikan dengan keyakinan penuh bahwa kekuatan doa kitalah yang akan membalikkan keadaan dunia selama ini yang penuh kemunafikan akan berubah. kekuatan Yang Maha Kuasa Allah SWT akan datang membuka mata hati setiap insan dunia bahwa kejahatan itu akan mendapatkan balasan yang setimpal, baik di-dunia maupun di akhirat kelak. oleh sebab itu marilah bergabung dengan orang-orang yang berjuang dengan sepenuh jiwa raga untuk melawan kezaliman, penjajahan diatas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan pri kemanusiaan dan pri keadilan.(demikian yang tercantum pada Mukadimah UUD 45).
Mari kita panjatkan doa sepenuh hati, pada setiap kesempatan, agar bangsa Palestina dapat hidup damai dan Kejahatan bangsa Yahudi dapat dihentikan, agar perdamaian dunia dapat terjadi. Mari kita cegah bersama gejala timbulkan malapetaka dunia, agar tidak terjadi perang dunia ke-tiga yang pasti akan menghancurkan bumi dan se-isi-nya.



Januari 23, 2009, 7:44 am
Filed under: 1

OASE DI PADANG TANDUS

PENDIDIKAN

Ketika perbaikan system pendidikan sedang gencarnya dilakukan dengan cara membangun parameter kesuksesan penyelenggaraan pendidikan nasional. Seperti mencanangkan standar kelulusan nasional tingkat sekolah menengah, melalui proses Ujian Akhir Nasional. Standar pendidikan tinggipun telah diatur dengan adanya sistim akreditasi Pendidikan Tinggi oleh Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Tinggi ( BAN PT ). Muncul reaksi atau dikritisi oleh sebagian kelompok masyarakat yang nampaknya telah mengerti betul bahwa gerakan perbaikan yang telah dilakukan itu sedang menuju titik sukses bagi proses penyelenggaraan pendidikan nasional. Mudah-mudahan datang dari hati yang tulus untuk ikut mendorong suasana kondusif dalam upaya bersama memperbaiki sistim pendidikan nasional .

Disisi lain terdapat penentangan yang didasari oleh perbedaan persepsi di masyarakat tentang segala upaya yang telah dilakukan pemerintah tersebut diatas. Semisal adanya demo tentang penentangan diberlakukannya UAN, dengan berbagai alasan. Standar pendidikan baik tingkat Nasional maupun yang bertaraf International tidak dijadikan acuan untuk mempersiapkan institusi pendidikannya menuju peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan, dengan berbagai alasan pula tentunya. Padahal kita tidak dapat memanaj jika kita tidak bisa mengukurnya. Kegiatan kontra porduktif tersebut mungkin juga telah ditunggangi dengan kepentingan politik tertentu oleh segolongan kelompok tertentu melalui kebijakan “pokoknya tolak segala upaya yang telah dan akan dilakukan oleh pemerintah”

Sementara kondisi penyelenggaraan pendidikan sangat bervariatif antara di kota-kota besar dibanding dengan kota-kota kecil lainnya. Belum lagi antara perkembangan di pulau Jawa dan Sumatra atau sebelah barat Indonesia dengan pulau-pulau di wilayah Indonesia Timur.

Diwujudkannya anggaran pendidikan 20%, adanya Undang-undang Guru dan Dosen, Badan Hukum Pendidikan, dan berbagai perangkat produk hukum lainnya yang menopang penyelenggaraan pendidikan sangat mendorong upaya menuju cita-cita mencerdaskan kehidupan bangsa. Roda pembangunan akan bergerak dengan akselerasi yang cepat apabila pendidikan bangsa berjalan sesuai dengan kaidahnya. Masyarakat akan menjadi cerdas, dan akan menstimulan terciptanya pertumbuhan ekonomi, serta kuatnya ketahanan bangsa terhadap hambatan tantangan ancaman dan gangguan yang datangnya dari berbagai penjuru angin.

Kenyataan yang terjadi, masih diperlukan gerakan yang sinergi antar berbagai unsur masyarakat dalam membangun sistim pendidikan yang lebih baik. Sangat naif rasanya jika pemerintah sendiri yang berupaya untuk menggerakkan pendidikan di Indonesia, sedangkan dasar disisi lain masyarakat sudah bergerak bahkan dalam beberapa hal pihak masyarakat sudah lebih cepat maju ke depan.

Kesadaran kaum elit baik pemerintahan/eksekutif maupun legislatif akan pentingnya kita mereorientasikan arah pengembangan pendidikan nasional yang secara regional maupun international kita sudah jauh tertinggal. Kita sering menjumpai rekan-rekan ditugas belajarkan keluar negeri, pada akhirnya dia kembali tidak ditempatkan dimana-mana alias di parkir menjadi staf akhli. Atau bagi mereka yang jiwa nasionalismenya tipis, bergegas menerima tawaran dari negara lain untuk bekerja disana, tentunya dengan tawaran yang menarik dari fasilitas yang akan diberikan. Hal ini tidak terlepas dari proses pengembangan sumber daya manusia Indonesia yang tidak terintegrasi, terkoordinasi dan tidak strategis, sehingga kejadian bahwa kaum cendikia bangsa Indonesia akan menjadi motor penggerak negara lain dalam memajukan bangsa mereka akan menjadi sesuatu yang ironis. Syukurlah, saat ini pemerintah telah menentukan langkah strategis, dimana peningkatan kualitas SDM pendidikan telah dan terus menjadi perhatian utama. Suatu masa nanti kelak kita akan lebih bangga terhadap bangsa sendiri, yang memiliki SDM yang luar biasa. Tanda-tanda itu sudah mulai nampak, ketika adik-adik kita yang mengikuti lomba karya ilmiah ditingkat dunia sudah menjadi unggulan. Bibit itu harus dikawal ketat bagi perkembangannya. semisal perjalanan mereka melangkah kejenjang yang lebih tinggi tidak boleh lagi terhambat oleh karena ketidak mampuan ekonomi orangtua mereka (jadi harus di beri beasiswa), mereka tidak terhambat karena Ujian saringan masuk PT mengalami kesalahan sistem yang mungkin sepele ( mereka perlu diberi pass masuk PT tanpa testing), merekapun tidak boleh terhambat kariernya ketika akan mengadakan penelitian saat mereka sudah mengabdi kepada masyarakat. ( mereka harus dibantu mempermudah biaya risetnya) dan sebagainya.

Perlu juga mereka diberi wadah komunitas peneliti muda yang secara berkesinambungan dibantu pula dari sisi biaya penelitiannya, dsb.

Suatu saat nanti bukan tidak mungkin kita akan menemukan mutiara-mutiara bangsa Indonesia dari berbagai pelosok tanah air yang sangat berpotensi, namun terhambat oleh faktor kemampuan ekonomi keluarga sehingga mereka saat ini tak dapat meneruskan pendidikan yang lebih tinggi. Mutiara-mutiara itu masih bertebaran di seantero Indonesia menunggu kebijakan dari penguasa (eksekutif maupun legislatif) yang peduli terhadap nasib mereka. Bangsa ini tidak akan pernah beranjak naik kepanggung persaingan dunia jika kita masih terkotak-kotak dengan kepentingan sesaat para elitnya.

Setelah perjalanan bangsa yang lebih dari setengah abad ini, kita baru merasakan betapa dunia pendidikan terutama para pendidiknya belum mendapat perhatian cukup. Kini payung untuk melindungi mereka sudah dibuatkan yaitu Undang-undang Guru dan Dosen, apalagi keputusan DPR/MPR menuju “anggaran pendidikan 20%.” telah digulirkan. Maka kompetisi menuju Indonesia baru yang berkeadilan, sejahtera, dan makmur menjadi suatu keniscahyaan. Mari kita berlomba membangun bangsa dan negara Indonesia dengan kemampuan masing-masing yang saling bersinergi. Tahun ini adalah tahun awal penentuan bangsa Indonesia menuju Indonesia Baru yang lebih baik, atau …? jika kita salah memilih, maka bangsa Indonesia akan menghadapi masa-masa sulit, dan pasti mengalami kesulitan untuk bangkit sebagai bangsa yang terhormat diantara bangsa-bangsa lain di-dunia. Kita sudah menemukan Oase di pendidikan, tapi perjalanan harus dilanjutkan, menuju Indonesia Baru yang beradab, bermartabat, berjaya, merdeka selama-lamanya.

Kita sebagai rakyat Indonesia hanya diberi waktu tidak lebih dari satu hari untuk sesuatu yang menentukan perjalanan bangsa dan negara Inodnesia tercinta ini dalam lima tahun ke depan dengan cara memilih  calon wakil-wakilnya di Legislatif, kemudian juga menentukan siapa yang diberi kepercayaan untuk memimpin negri ini untuk lima tahun kedepan kelak. Pendidikan politik masyarakat sedang berproses, mereka dihadapkan kepada pilihan yang banyak dan menyulitkan, tapi juga menggoda prinsip dan idealismenya masing-masing, apakah bersedia menerima Rp 20.000,- saat ini untuk memilih sang calon, namun kelak mereka akan dirampok  Rp. 20 miliar oleh sang calon (orang yang dipercaya tersebut) ??? dengan  cara korupsi, kolusi dan nepotisme. Oase pendidikan itu berupa harapan baru untuk kemajuan dunia pendidikan bangsa kita. semua harus belajar, belajar dari alam semesta, belajar dari upaya perubahan, belajar mempercepat akselerasi pengembangan kualitas hidup, belajar dari petunjuk Ruhan Yang Maha Esa.



MEMBEDAH DIRGANTARA INDONESIA
Juli 4, 2008, 4:14 am
Filed under: Pandangan

Latar peristiwa.

Mengamati perkembangan perusahaan industri pesawat terbang PT Dirgantara Indonesia terdapat beberapa hal yang menarik untuk dijadikan pelajaran, dan akan bisa menjadi preseden bagi pengambilan kebijakan pemerintah dikemudian hari. Dimana setelah dua puluh tujuh tahun berjalan, industri pesawat satu-satunya yang dimiliki bangsa Indonesia ini menjadi bahan perhatian serius dan hampir saja menjadi monumen abadi bangsa Indonesia, yang pernah menjadi kebanggaan bangsa Indonesia mulai dari merancang, membuat dan menerbangkan pesawat terbang hasil karyanya sendiri, namun belum sempat bisa dijual, karena terhambat oleh kesiapan dan kesanggupan para pihak terkait yang tidak bersinergi, bahkan akhirnya saling meniadakan peran antar mereka sendiri.

Saat ini, PT Dirgantara Indonesia sedang berada dipersimpangan jalan dan harus menyusun kembali grand starteginya untuk bisa bertahan hidup, mandiri dan kemudian tumbuh ditengah-tengah industri sejenis baik dilingkungan regional, bahkan lingkungan internasional. Upaya ini akan kembali kandas jika berbagai pihak yang sangat bertanggungjawab terhadap langkah kedepannya itu tak lagi secara serius membahas hal ini dalam rangkaian integral proses pembangunan bangsa Indonesia, mengingat industri pesawat terbang diberbagai belahan dunia tidak terlepas dari peranan pemerintah negaranya.

Lingkungan eksternal perusahaan yang demikian kompleksnya, serupa dengan kompleksitas perusahaan yang berkarakteristik teknologi tinggi, padat modal, dengan persyaratan kualitas yang sangat ketat, termasuk memerlukan SDM dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sepadan dengan karakter utamanya. Kompleksitas itu tentunya harus ditangani secara khusus yang melibatkan berbagai unsur terkait, yang pada gilirannya akan bersinergi bagi kepentingan nasional. Hal ini tercermin dari misi yang dipikulnya antara lain menjadi wahana transformasi penguasaan teknologi transportasi udara khususnya pesawat terbang dan sebagai pendorong bagi industri nasional lainnya.

Perjalanan panjang selama dua puluh tujuh tahun telah menghasilkan berbagai produk dan jasa seperti assembling pesawat terbang CN235 sebanyak 37 unit, NC212 sebanyak 112 unit, Helikopter NBO-105 sebanyak 112 unit, NAS-332 22 unit, NBELL-412 sebanyak 26 unit, Roket FFAR 2,75 sebanyak 40.339 unit, SUT TORPEDO sebanyak 152 unit, berbagai komponen pesawat terbang F16, Boeing 737, 767, modifikasi pesawat terbang Herkules C 130(L-100), pengembangan pesawat terbang dan sistem-sistem (MPA=Maritim Patrol Aircraft, Troop Transport, Medivac, Paratrooping, LAPES, Cargo Logistic Transport, Cargo Dropping, SAR, dll). (Data diambil tahun 2001).

Hal ini bisa dijadikan gambaran betapa gerakan perkembangan perusahaan ini telah membuat dampak gelombang yang mendorong pertumbuhan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin cepat, tepat dan berdaya guna tinggi. Dimana kita bisa lihat tumbuhnya sekolah-sekolah penerbangan; sekolah teknologi penerbangan baik tingkat SMK maupun Akademi, bahkan sampai tingkat perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta. Armada operator penerbanganpun berkembang pesat, dan industri pendukung dari produk-produk penerbangan bertambah, serta usaha-usaha lain baik langsung maupun tak langsung yang terkait dengan dunia penerbangan berkembang karena adanya industri pesawat terbang ini.

Dalam perkembangannya menuju kemandirian bangsa dibidang industri pesawat inilah; tantangan , hambatan, dan rintangan datang secara bertubi-tubi, memaksa untuk merevisi secara total kebijakan-kebijakan jangka jauh kedepan. Revisi strategis perusahaan itu akhirnya berdampak pada restrukturisasi menyeluruh. Hal ini didorong pula oleh kondisi dan situasi negara Indonesia sejak tahun 1997 sampai saat ini, dimana perhatian pemegang saham terhadap industri ini semakin melemah dan berkurang. Ditambah dengan kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak dikaji secara komprehensip dan mendalam pada jangka waktu dua-tiga tahun terakhir dan membuat permasalahan semakin rumit. Apalagi jika kita tinjau dari adanya berbagai kepentingan pihak luar yang menginginkan supremasi dunianya tidak diganggu dengan keberadaan industri pesawat terbang dilingkungan Asia Pasifik. Sehingga tidak mengherankan jika kita bangsa Indonesia mengalami terpaan dari berbagai sisi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Cikal bakal modal bangsa untuk tumbuh dan berkembang dalam era teknologi tinggi itu kini semakin terjerembab pada pola pikir liberalisme sempit, dimana tercermin pada pemikiran dan pola tindak seorang menteri ( Laksamana Sukardi) yang punya kewenangan mengendalikan Badan Usaha Milik Negara yang melontarkan pernyataan dengan intinya bahwa “jika kita punya uang! Cukup kuasai teknologi cara pemakaian produk teknologi tinggi-nya saja, daripada membuat atau menciptakan produk dari hasil penguasaan teknologi tinggi tersebut”. Padahal mungkin beliau lupa bahwa bangsa kita harus berjuang keluar dari cengkraman bangsa lain yang pada dasarnya punya semangat menjajah. Oleh sebab itu menguasai teknologi tinggi meskipun dengan konsekuensi membutuhkan biaya yang cukup besar merupakan suatu keniscayaan. Ironisnya beliau merupakan salah satu alumni (bahkan kini menjabat ketua ikatan alumni perguruan tinggi tersebut) yang punya kepentingan untuk menjadi pionir penguasaan teknologi di negara Indonesia ini.

Kembali kepada tingkat kepedulian pemerintah terhadap nasib industri pesawat terbang satu-satunya milik bangsa Indonesia ini (yang sedang sekarat), dan memerlukan perawatan intensif dari pemerintah, harus dipertimbangkan pula perihal dampak ikutannya jika keputusan yang akan diambil pemerintah itu berkaitan dengan sumber daya manusia-nya yang kini dimiliki dan sebagai asset industri pesawat terbang Indonesia tersebut. Sedangkan pembinaan dan pembentukan kompetensi personil karyawannya ini telah mengeluarkan daya upaya yang signifikan baik berupa waktu maupun biaya yang cukup besar.

Sangat disayangkan jika kompetensi yang cukup besar ini akhirnya diabaikan dari pertimbangan dalam langkah merestrukturisasi perusahaan secara menyeluruh. Bagaimana nasibnya personil yang selama puluhan tahun mengabdi dan berpartisipasi aktif dalam membangun citra bangsa didunia penerbangan khsusnya industri pesawat terbang dan produk-produk ikutan lainnya (spin off technology) ini. Apakah mereka akan diabaikan begitu saja ?!!, sebagaimana halnya yang pernah terjadi dengan pekerja-pekerja industri lainnya yang mengalami hal sama (PHK sepihak) sebelum peristiwa ini terjadi !!! padahal mereka adalah orang-orang yang handal dan dapat dikatakan orang yang memiliki kompetensi langka, namun karena beban pekerjaan bagi mereka berkurang bahkan sebagian tidak ada lagi, maka mereka harus menanggung semua ini begitu saja ?! tanpa perhatian yang serius dari pemerintah !!! alangkah sangat naifnya jika hal ini tidak menjadi perhatian serius.

Bukan tidak mungkin masalah ini akan mendatangkan permasalahan yang sangat serius dikemudian hari bagi bangsa dan negara kita. Terlepas apakah pejabat pemerintahan itu dari golongan atau parpol manapun, namun aset bangsa yang punya nilai strategis ini jika diabaikan, akan mendatangkan permasalahan kompleks bagi kita sebagai bangsa Indonesia. Siapapun tokohnya, darimanapun golongan atau parpolnya, jika mengabaikan hal ini akan menghantarkan malapetaka bagi bangsa dan negara kesatuan Republik Indonesia. Kepentingan bangsa dan negara haruslah dijadikan perhatian utama, mengingat tanggungjawab mengisi kemerdekaan ini adalah tanggungjawab kita bersama. Bayangkan jika tenaga-tenaga potensial bangsa ini akhirnya hanya sebagai pekerja bahkan budak dari kebengisan imperialisme baru dengan baju sebagai penanam modal asing. Dimana jika sumber alam sudah terkuras habis, mereka pergi begitu saja dengan memboyong keuntungan yang berlimpah ruah. Sementara bangsa kita kembali sebagai pemakai, pembeli, pekerja dan jajahan bangsa lain dengan bentuk baru.

Bayangkan jika sumber daya manusia yang tinggi kompetensinya sudah terasuki bisikan syetan, sehingga akhirnya menjadi kelompok yang merasa tertindas dinegerinya sendiri, kemudian menjadi kelompok oposan tak terkendali, lalu merongrong bangsanya sendiri dengan membuat gerakan-gerakan yang sangat merugikan perikehidupan bangsanya sendiri. Apalagi jika mereka dimanfaatkan pihak lain (negara lain) yang mempunyai kepentingan untuk menguasai sumber daya bangsa kita yang katanya melimpah ruah ini ? dengan cara memberikan dukungan biaya tak terbatas untuk membuat suasana menjadi instabilitas. Betapa ruginya bangsa kita jika tenaga-tenaga yang punya keakhlian ini dengan mudah dimanfaatkan bangsa lain dengan imbalan uang yang menggiurkan, akhirnya digunakan untuk menghancurkan bangsanya sendiri. Betapa tak berdayanya kita jika uang sudah menjadi andalan bagi pola kehidupan bangsa Indonesia, sehingga pertimbangan untuk membela tanah air sudah dinomor tigakan. Betapa ironisnya bangsa kita jika ukuran-ukuran materialistis sudah menjadi standar hidup, bukan lagi nilai-nilai luhur dan budaya bangsa yang telah diwariskan dari pendahulu kita yang dijadikan pegangannya.

Betapa sayangnya jika potensi dari tenaga-tenaga akhli ini diabaikan begitu saja. Sekian ribu orang yang punya potensi terabaikan oleh pemerintah yang tidak mengkajinya secara komprehensip. Apalagi sampai tidak memberikan bantuan moril maupun materiil yang memadai bagi mereka untuk menyiapkan diri bersurvival, bahkan dapat membangun peluang-peluang lapangan kerja baru yang signifikan bagi masyarakat sekitarnya.

Padahal tenaga-tenaga akhli karyawan PT Dirgantara Indonesia ini telah dan sudah mampu melakukan berbagai rancang bangun antara lain mampu melaksanakan pengembangan teknologi pesawat bermesin Jet (N2130), desain pesawat terbang fly by wire, pengembangan sistem-sistem ; ASW (Anti Submarine Warefare), AEW (Airborne Early Warning), ASV (Anti Surface Vessel), SIGINT (Signal Intellegent, SAR (Search and Rescue), C3 (Command Control & Communication), LADS (Laser Airborne Depth Sounding), Pollution detection, Radar Mapping, Optical Mapping, Aircraft modification, Engineering design, System Integration Services, measurement and Calibration of the electronic systems/instrumentation, structure test, dan berbagai pengembangan kemampuan non core lainnya. Bukan tidak mungkin mereka akan menjadi stimulan bagi percepatan pemulihan kondisi ekonomi bangsa Indonesia dikemudian hari karena membangun ketahanan ekonomi bangsa.

Jadi kesempatan membangun dunia usaha baru dapat dikembangkan sejalan dengan adanya pemberdayaan tenaga-tenaga akhli yang dihasilkan oleh Industri Pesawat Terbang PT Dirgantara Indonesia yang bergerak diberbagai bidang baik terkait langsung dengan indsutri pesawat terbang maupun spin off technology-nya yang sangat luas.

Betapa ironisnya karyawan industri pesawat terbang di negeri ini yang sejak berdiri-nya di tahun 1976 hingga kini belum merasakan kesejahteraan yang layak karena terlanjur berangkat dari idealisme padamu negeri kami berbakti. Telah banyak terjadi mereka yang disia-siakan karena kelompok orang yang ditugaskan pemerintah sebagai pengendali perusahaan bertindak memanfaatkan semangat padamu negeri kami berbakti dari karyawannya untuk bertindak sesuka hati menentukan kebijakan-kebijakan yang tidak berpihak kepada kesejahteraan karyawan. Dengan alasan yang klise bahwa perusahaan mengalami kesulitan keuangan.

Jika dibandingkan dengan industri pesawat terbang lainnya di berbagai belahan dunia, maka standar gajinya belum mencapai tingkat yang minimum sekalipun. Namun karyawannya sekali lagi tak pernah mempersoalkan secara serius mengenai permasalahan kesejahteraan itu, mengingat modal semangat padamu negeri kami berbakti itu selalu menjadi penghibur hati. Padahal sejak awal berdirinya perusahaan itu, pemerintah (terlepas siapa atau dari golongan mana dia yang berperan sebagai pemerintah saat itu) selaku pemegang saham telah mencanangkan visi dan misi perusahaan ini sebagai institusi yang diberi tugas untuk penguasaan alih teknologi bagi bangsa Indonesia. Konsekuensinya ukuran-ukuran kinerja bisnis harus dinomor-duakan dan kebutuhan-kebutuhan dana sebagian harus ditanggulangi pemerintah. Namun hanya pada waktu terakhir ini tiba-tiba pemerintah mengarahkan misi perusahaan ini menjadi suatu entity yang berorientasi bisnis, sehingga semua ukuran kinerjanyapun dipandang sama dengan perusahaan yang sejak kelahirannya sudah berorientasi bisnis. Dimanakah keadilan itu ?? Sedangkan sejak berdirinya hingga saat ini Visi dan Misi yang ditentukan masih belum berubah secara menyeluruh. Jika akhir-akhir ini para pihak mengukur dan menilai dengan alat ukur berbeda bahkan cara mengukur dan observasinya pun dari sudut pandang yang berbeda pula, sehingga dapat diyakini bahwa hasil kesimpulannya pun akan terjadi bias. Celakanya jika sampai hasil kesimpulan itu dijadikan dasar untuk pengambilan keputusan yang sifatnya strategis. Hal ini akan mempercepat proses pembusukan performansi secara menyeluruh.

Saat ini yang perlu diluruskan adalah cara pemerintah dalam mengambil sikap atau keputusan agar dapat berlaku seadil-adilnya. Mengingat bahwa kondisi perusahaan hingga menjadi seperti sekarang ini tidak terlepas juga dari keputusan-keputusan pemerintah yang mengutamakan misi nasionalnya dibanding dengan kepentingan kelangsungan hidup perusahaan. Jangan sampai mengorbankan kepentingan karyawan yang telah ikut berjuang membesarkan perusahaan, apalagi letak kesalahannya seimbang antara peran direksi sebagai wakil pemegang saham dengan karyawan disisi lainnya. Dimana hubungan industrial itu mutlak harus dibangun dan diciptakan suasana yang harmonis.

Berikut ini kami sampaikan gagasan yang masih dalam tingkat wacana dan dapat dijadikan pertimbangan bagi aparat pemerintahan yang bertanggungjawab dengan urusan ini.

Usulan solusi

Kapabilitas tenaga kerja dari industri pesawat terbang ini telah terbukti di berbagai sektor industri lainnya, dimana kompetensi yang beragam dapat secara cepat diadaptasikan dengan lingkungan setempat, sehingga daya saingnya jelas akan lebih tinggi dari yang lainnya.

Oleh sebab itu solusi dari permasalahan yang terjadi diperusahaan PT Dirgantara Indonesia ini dapat dijadikan sebagai pilot project penanganan ketenagakerjaan di-Indonesia yang melibatkan berbagai sektor dan merupakan kegiatan lintas sektoral, sehingga dapat dijadikan standar untuk mengatasi permasalahan serupa dikemudian hari. Namun gagasan ini dapat diwujudkan hanya jika hubungan lintas sektoral departemental pemerintahan berada dalam satu rel yang sama yaitu membangun peluang-peluang dunia usaha dengan memberikan stimulan-stimulan yang terintegrasi dengan baik, dimana hubungan antar entity atau komponen yang terkait merupakan hubungan tertutup menjadi pusaran penggerak dunia usaha, sehingga riaknya dapat secara beruntun menggerakkan sektor-sektor usaha lainnya tumbuh dan hidup bersama saling mendukung membentuk kekuatan dan daya tahan menghadapi serangan maha dasyat dari negara lain melalui gerakan globalisasi ekonomi yang terus bergerak itu. Adapun Entity yang dapat dilibatkan adalah :

- Depnakertrans ;

Dalam hal ini bertindak sebagai fasilitator dan mediator mengenai ketenagakerjaan dan berbagai hal mengenai pengaturan ketenagakerjaan. Departemen ini menyiapkan bank data dan peta ketenagakerjaan baik secara regional maupun nasional. Bahkan menjembatani terbentuknya asosiasi profesi khusus ketenagakerjaan yang belum tersedia sebelumnya. Disamping itu departemen ini juga menyiapkan jalinan informasi terpadu mengenai kebutuhan riil dari perusahaan-perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja spesifik dengan kualitas taraf internasional. Kaitannya dengan karyawan PT Dirgantara Indonesia, diberikan informasi tentang berbagai peluang yang sesuai dengan kometensi yang dimiliki.

- Deperindag ;

Bertindak sebagai institusi yang membina industri-industri pemakai tenaga kerja potensial, membina dan membangun plasma-plasma usaha dari berbagai industri yang telah berkembang dan membutuhkan dukungan, sehingga memperkuat daya saing industri yang bersangkutan terhadap industri sejenis dari negara lain. Membuka peluang-peluang pasar baru bagi industri plasma baik didalam maupun luar negeri. Disamping itu departemen ini membangun jaringan yang menghubungkan dan mempermudah birokrasi antara industri-industri plasma dengan pemilik modal atau institusi keuangan/perbankan nasional. Kemudian secara rutin melakukan perbaikan serta membina standar kerja maupun standar industri-industri, sehingga industri tersebut dapat secara terus-menerus mengikuti perkembangan pasar baik nasional maupun internasional.

- BPPT ;

Disamping pembinaan pengembangan teknologi, institusi ini juga sebaiknya lebih difungsikan sebagai pusat jaringan informasi perkembangan hasil riset bagi berbagai industri yang aplikan untuk menghadapi perkembangan yang sangat pesat dari kemajuan temuan-temuan berteknologi tinggi dunia, sehingga pembaharuan dan pencerahan hasil-hasil produk terus dibuat untuk meningkatkan daya saing industri utama maupun industri plasmanya. Dengan pengertian bahwa biaya riset yang tinggi namun menghasilkan nilai tambah yang strategis bagi bangsa dan negara maupun industri bersangkutan haruslah ditanggulangi oleh negara melalui institusi BPPT ini. Sehingga beban biaya litbang bagi industri yang bersangkutan dapat ditekan sedemikian rupa dan dapat meningkatkan daya saingnya. Dalam kaitan ini BPPT dapat memberdayakan tenaga-tenaga akhli karyawan PT Dirgantara Indonesia dengan memberikan proyek-proyek penelitian yang bersifat strategis tadi untuk dikerjakan, dan hak karya intelektualnya dapat dikuasai oleh BPPT sebagai pemberi kerja. Bagi industri utama maupun plasmanya akan ditugaskan memproduksi secara masal dan dipasarkan oleh bantuan Deperindag melalui insentif-insentif tertentu.

- DEPHANKAM / TNI-POLRI

Departemen ini bertindak sebagai pemakai, sekaligus penjamin untuk poduk-produk militer yang dihasilkan industri plasma dan secara rutin memberikan bimbingan teknis maupun masukan dari hasil produk yang telah dipakai untuk dilakukan perbaikan. Kaitannya dengan karyawan PT Digantara Indonesia adalah bagi tenaga-tenaga akhli dibidangnya khusus untuk industri senjata dan militer, diberi kesempatan bergabung di-Industri plasma yang memproduksi perlengkapan militer khusus, baik pada sektor engineering riset, produksi, administrasi tehnik, maupun lainnya. Apalagi sebagian sahamnya juga dimiliki oleh Dephankam/TNI-POLRI dan hak karya intelektualnya dari hasil riset maupun pengembangan produknya tetap dimiliki oleh Dephankam yang telah membiayai riset atau penelitian tersebut.

- Kementrian P-BUMN

Sebagai institusi yang membina secara langsung terhadap PT Dirgantara Indonesia ini seharusnya mempunyai perhatian besar dan secara intens mengambil langkah-langkah strategis untuk mengatasi berbagai perkembangan yang terjadi. Peranan kementrian P-BUMN saat ini menjembatani karyawan PT Dirgantara Indonesia dengan pihak manajemen dan semua fungsi terkait dengan PT Dirgantara Indonesia. Menciptakan suasana dan arah pencapaian solusi permasalahan yang win-win solution, sehingga terwujud situasi dan kondisi yang kondusif. Disamping itu kementrian BUMN dapat membangun unit-unit usaha plasma yang berada di area hulu suatu jalur rangkaian industri dan atau diarea hilirnya, sehingga meningkatkan kemampuan dukungan kandungan lokal (local contens) dan mengurangi ketergantungan pasokan dari luar negeri, sekaligus meningkatkan daya tahan industri secara nasional.


Lanjutan tulisan…………………….( Januari 2009 )

Keterkaitan antar lembaga/institusi dilingkungan pemerintahan maupun non pemerintah saat ini nampaknya belum menggambarkan soliditas pengendalian pemerintah atas kepentingan nasional, sehingga nasib Dirgantara Indonesia sangat mudah dipermainkan oleh kepentingan-kepentingan kelompok tertentu dalam rangka mengupayakan perkayaan diri sendiri dan kelompoknya ( korupsi yg terstruktur).

Dapat dikatakan sekarang bahwa Dirgantara Indonesia dalam kondisi sekarat bahkan hampir mati suri. Betapa indikator ketahanan suatu industri sudah nampak jelas sangat rapuh. Kita bisa lihat saja usia mesin-mesin produksi rata-rata diatas 20 tahunan, ditambah dengan up-grading skill tenaga kerja yang rasionya sangat kecil dibanding jumlah personil pertahun.( dibawah 5% jumlah tenaga kerja yang di up-grade skillnya pertahun), bahkan jumlah tenaga kerja yang mempunyai sertifikasi keahlian sebagaimana yang disyaratkan untuk suatu industri teknologi tinggi sangat kurang. jika lebih menyeluruh, apakah production certification yang dipersyaratkan untuk suatu industri pesawat telah diperbaharui ?? bila belum, maka sederet kendala pengelolaan industri ini akan semakin bertambah.

Kondisi ini semakin diperparah lagi oleh rendahnya temuan hasil riset untuk produk-produk baru yang merupakan suatu prasyarat kekuatan daya saing di lingkungan industri teknologi tinggi tersebut. Apakah Dirgantara Indonesia sudah mempunyai terobosan baru dengan menciptakan produk unggulan baru sebagai langkah mengupayakan kekuatan daya saing industrinya. nampaknya hal ini tak dapat dijadikan harapan untuk membangun daya saingnya, belum lagi tingkat kepercayaan masyarakat international terhadap eksistensi industri pesawat satu-satunya di Indonesia ini telah berkurang drastis. dimana sampai saat ini kontrak-kontrak kerja baru tidak ada yang signifikan dapat menjadi kontribusi bagi penambah kekuatan daya saing perusahaan. Disisi lain hubungan industrial antara pekerja dengan pimpinan perusahaan tak dapat disebut bersinergi untuk meningkatkan produktivitas kerja, bahkan struktur organisasi perusahaan bukan semakin ramping namun bahkan semakin menggelembung, dengan komposisi struktural yang lebih banyak dilevel menengah keatas.

Tenaga kerja yang berlisensi international pun kini mayoritas sudah mengundurkan diri, dan yang tinggal hanya mereka yang memang kurang mempunyai wawasan dan keberanian untuk mengupayakan pengembangan dirinya. Disamping terjadinya demotivasi yang lebih kuat lagi, ketika dikeluarkan peraturan baru tentang Dana Pensiun yang akan dikenakan potongan diatas 10% ketika karyawan menerima secara lungsum, saat mereka pensiun. ironis sekali nasib karyawan yang telah mengabdi berpuluh-puluh tahun dengan dedikasi yang demikian besarnya akhir pengabdiannya memprihatinkan.

Jika kita membuat prediksi jangka menengah, ketika kepedulian terhadap keberadaan industri dirgantara ini sangat rendah, maka kondisi itu dapat kita gambarkan sebagai berikut ;

Order / pesanan pemerintah dikurangi karena keterbatasan pendanaan, dan mendesaknya kebutuhan rekondisi alut TNI / Hankam yang menuntut segera diatasi, karena usia peralatan mereka sudah rata-rata diatas 25 tahun. oleh sebab itu harus segera mengambil langkah memesan pada industri Hankam di negara lain. Hal ini berarti mengurangi perkiraan pendapatan yang sifatnya captive, sehingga akan berdampak langsung terhadap akselerasi perbaikan kondisi perusahaan, bahkan mungkin akan mengurangi pemasukan perusahaan secara langsung dari order-order yang sifatnya captive.  dapat kita duga akhirnya kekuatan perusahaan akan semakin lemah dan mudah-mudahan tidak semakin terpuruk.

ciri-khas perusahaan yang padat modal dan padat teknologi seperti ini, adalah ketika investasi, inovasi, dan inisiatif dalam membuat terobosan-terobosan  intensitasnya menurun dibandingkan pergerakan pesaingnya, maka  posisi usahanya akan mencapai titik nadir, akhirnya menunggu belas kasihan untuk di rawat inap.

( bersambung …… )



KESELAMATAN DIRI MELALUI TIGA POROS UTAMA
Juni 27, 2008, 1:06 am
Filed under: Pandangan | Tag:

Makhluk hidup di dunia ini saling terhubungkan satu dengan lainnya, bagaikan rangkaian sel-sel atom. Demikian pula dalam struktur tubuh manusia sebagai bagian dari mahkluk hidup yang ditakdirkan Tuhan untuk menjalani proses hidupnya. hubungan manusia dengan sesamanya, manusia dengan flora, manusia dengan fauna, manusia dengan alam jagad raya, dan manusia dengan Tuhannya.

Ketika proses hidup manusia tersebut sedang berjalan, maka simpul-simpul dalam tubuh manusia itu sendiri melakukan aktivitas rangkaian jaringannya. Jaringan tersebut semakin rumit ketika diurai sampai dengan sel-sel tubuh yang terkecil. Namun saat ini kita hanya meninjau dari jaringan besar dalam tubuh manusia yang menggerakkan seluruh organ untuk beraktivitas.

Terdapat tiga poros utama, atau entiti penting yang menjadi pusat aktivitas itu, antara lain poros qolbu, otak dan otot. Ketiga poros tersebut saling berhubungan erat dan saling pengaruh mempengaruhi. Berawal dari Qolbu ketika kita diberi stimulan kejadian yang berkaitan dengan pertimbangan rasa, lalu kontak ke otak untuk memberi pertimbangan rasio dan kontak ke otot untuk pertimbangan raga. Respons diri dari sang manusia tersebut terjadi ketika terdapat sinkronisasi hasil pertimbangan dari ketiga poros tersebut.

Pertimbangan rasa dari qolbu seharusnya menjadi sandaran utama untuk semua interaksi tersebut, karena bekal dari kearifan manusia berasal darinya. Qolbu sangat erat hubungannya dengan bimbingan Ilahiyah, mengingat norma-norma hidup dan kehidupan semua datang dari-NYA, sehingga ketika manusia akan melakukan tindakan atau gerakan raga, maka tidak terlepas dari ketentuan-ketentuan hidup dan kehidupan dirinya yang menjadi pembatas utama terhadap norma-norma pergaulan antara manusia yang disebut ber masyarakat, yang tentunya bertujuan untuk keselamatan dirinya. coba kita refleksikan ini dalam kehidupan sehari-hari. Ketika tindakan kita tanpa mempertimbangkan masukan dari Qolbu, maka hal yang terjadi adalah tindakan tanpa batas, tanpa arah dan tanpa kendali. Sehingga sering orang seperti ini disebut Sadis, Bengis, Radikalis, tidak beradab, dsb-nya.

Pertimbangan akal dari otak, setidaknya akan menjadikan manusia rasional dalam bertindak. Dia akan menjadi penting ketika dalam melakukan aktivitasnya manusia membutuhkan ilmu, yang nota bene menjadi bahan konsumsi utama dari otak. Bagaimana jadinya jika manusia bertindak tanpa ilmu, tentu korban utamanya adalah otot, dan Qolbu. Dimana otot akan melakukan aktivitas yang ekstra keras dan Qolbu menerima beban beratnya.

Pertimbangan raga dari otot, terkait dengan kapasitas dan kapabilitasnya untuk melaksanakan perintah otak dan Qolbu secara simultan. Bagaimana kiranya jika raga manusia sangat lemah, maka perintah Qolbu maupun Otak tak dapat dilaksanakan dengan baik atau bahkan tak berfungsi, sehingga sinkrnisasi tindakan tidak dapat berjalan dengan baik.

Selanjutnya bagaimana jika kita akan mencapai hasil yang optimal dalam proses hidup dan kehidupan ini ? tentunya melakukan manajemen QOTAK. Yaitu mensinkronkan antara Qolbu, OTot, dan otAK.

sinkronisasi QOTAK tak semudah dibayangkan orang, sebagaimana ada orang yang mencetuskan ide manajemen QOlbu ?? namun bagaimana dengan manajemen OTot dan manajemen otAK – nya ??. tiga sumbu ini akan menjadi satu kesatuan untuk melaksanakan manajemen QOTAK tersebut.

Parameter yang menjadi andalan pengukuran masing-masing kuadran dapat di ikuti pada tulisan berikut ini.

Keseimbangan QOTAK.

kestabilan diri adalah pencapaian keseimbangan antara peran Qolbu, Otot, dan Otak. Ketika Otak berfikir akan melakukan sesuatu berdasarkan landasan ilmu yang ada padanya, maka saat itu pula peran Qolbu menjadi penyeimbang tindakan yang akan dilakukan. Dasar pertimbangan dari Qolbu adalah pengalaman diri atas hubungannya dengan berbagai dimensi. Dimensi utamanya tentu terhadap Sang Pencipta Tuhan Yang Maha Kuasa, baik disadari maupun tidak fitrah manusia itu sendiri pasti berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa. Seorang yang atheis sekalipun pasti mencari sandaran sesuatu yang spesifik dan tak bisa didefinisikannya sendiri. Dimensi berikutnya dari Qolbu selain kepada Tuhan Yang Maha Kuasa itu adalah hasil olah rasanya terhadap alam sekitar dirinya, disamping perbendaharaan lainnya dari Qolbu. Kemudian pertimbangan dari Otot mulai merespon perintah tersebut untuk dilaksanakan. Dasar pertimbangan otot ini tentunya condong pada hal-hal yang sifatnya phisikal. Utamanya yang berkaitan dengan capability dan capacity organ otot untuk melaksanakan perintah tersebut.

suatu contoh sederhana untuk mensimulasikan keseimbangan itu dapat digambarkan sebagai berikut ; seorang pengembara berniat akan melakukan perjalanan keliling dunia (pertimbangan pertama dari Qolbu), namun dia berfikir (pertimbangan Otak) bahwa dirinya perlu pengetahuan tentang tempat-tempat yang akan ditujunya, pengetahuan tentang prosedur perjalanan, dlsb. disamping itu ototnya (pertimbangan raga) merespon dengan kemampuannya untuk menunjang maksud tersebut, misalnya ada beberapa fungsi tubuhnya tidak berperan dengan baik karena cacad. tentunya niat tersebut mengalami tantangan dan bisa jadi niat tersebut mengalami penundaan bahkan batal terlaksana. Oleh sebab itu keseimbangan antara ketiga poros tersebut bisa dicapai, ketika masing-masing poros saling mendukung/melengkapi, atau saling mengeliminir, atau saling mengisi kekurangan yang ada. ( bersambung……. )




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.